latihan ‘opini ke-7’ Guru : Tegaskan Tidak Melanggar Peraturan Pemerintah

Guru : Tegaskan Tidak Melanggar Peraturan Pemerintah

 

Sabtu (2/5/2015), seorang Ibu kepala sekolah di salah satu TK swasta daerah Kuala Kapuas, Kal-teng berkeluh kesah terhadap persoalan terkait masih saja ada orang tua/wali yang meminta pihak sekolah agar anaknya bisa cepat di luluskan dan lanjutkan masuk ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Alhasil, pihak sekolah tetap menolak langsung permintaan orang tua ini karena belum memenuhi persyaratan.

Padahal, sudah secara jelas dan tegas beliau jelaskan kepada orang tua/wali agar bisa memahami bahwa anaknya belum memenuhi persyaratan dan peraturan baku mengenai kisaran usia anak bisa lanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD), namun orang tua/wali tersebut masih saja bersi keras bahkan sampai bilang “Awas! Kalau sampai tidak luluskan anak saya” agar anaknya bisa diluluskan di bangku sekolah TK. Yang jadi permasalahnnya, anak belum mencukupi umur untuk masuk ke jenjang Sekolah Dasar, serta belum mencukupi segala persyaratan yang ada. Jadi, pihak sekolah belum berani menyatakan anak tersebut bisa diluluskan, dan juga pihak sekolah tidak bisa sembarangan dalam persoalan meluluskan anak didiknya. Pertanyaannya “Apa upaya pihak sekolah agar menyampaikan secara jelas kepada orang tua/wali terkait peraturan yang berlaku?”

“ Saat saya mengikuti seminar sosialisasi terkait sistem pendidikan nasional kurikulum 2013 yang telah berlaku, untuk peraturan anak melanjutkan jenjang pendidikan sekolah dasar minimal berusia 6-7 tahun. Pasalnya, tidak ada alasan bagi saya kalau sampai melanggar peraturan yang berlaku hanya untuk memenuhi permintaan orang tua/wali dalam hal meluluskan anak didik saya yang masih dibawah umur 6 tahun. Saya jelas tidak berani menerima konsekuensinya jika sampai meluruskan permintaan orang tua/wali tersebut. Makanya, saya tegaskan tidak melanggar peraturan pemerintah yang berlaku. Bahkan, bukan hanya saya saja yang keluhkan masalah ini, banyak kepala sekolah lainnya yang keluhkan hal yang sama bahwa banyak orang tua wali peserta didik mengajukan permintaan seperti ini ”, ujar Ibu Prdh, kepala sekolah di salah satu TK Swasta daerah Kapuas, kal-teng.

Berdasarkan sistem pendidikan nasional (No. 20/2003) pada pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa: “Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan, perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”.

Bagaimanapun, jika tetap menentang pernyataan dari pasal tersebut, alhasil tidak menutup kemungkinan bahwa anak yang dipaksakan masuk melanjutkan ke jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) belum memiliki kesiapan secara matang dalam melanjutkan jenjang pendidikan ke tahap selanjutnya karena belum terpenuhnya perkembangan jasmani dan rohani anak saat berada di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Selain itu, dalam mendukung Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 6 ayat 1 disebutkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7 – 15 tahun wajib mengikuti Pendidikan Dasar. Dan lagi, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan pasal 69 ayat 4, juga disebutkan bahwa SD/MI atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia 7 tahun sampai dengan 12 tahun sebagai peserta didik sampai dengan batas daya tampungnya.

Kemudian, Menurut Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Indra Djati Sidi, beberapa tahun yang lalu telah menjelaskan memang sudah ada peraturan baku tentang usia anak masuk sekolah tersebut. Pada usia 4-5 tahun merupakan usia dimana anak-anak mestinya masuk TK. Sedangkan untuk melanjutkan ke jenjang sekolah dasar (SD) baru diperbolehkan saat anak sudah masuk di usia enam tahun. Bahkan, secara umum, usia ideal untuk seorang anak bisa masuk mampu melanjutkan sekolah adalah di atas 6 tahun.

Didukung dari pernyataan-pernyataan tersebut, penulis semakin yakin terkait persoalan mengenai orang tua yang terus-menerus bersi keras meminta pihak sekolah agar anaknya cepat diluluskan di bangku PAUD, dan meminta langsung melanjutkan ke jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ini tidak dibenarkan. Bagaimanapun, tindakan orang tua telah menyalahi aturan, dan egois sendiri. Bahkan, nyatanya ada suatu kejadian orang tua yang sudah tahu akan adanya peraturan yang berlaku tetap saja masih berani main suap kepada pihak sekolah agar anaknya bisa diluluskan apapun konsekuensinya. Tentunya, ada pihak sekolah yang menerima maupun menolak secara langsung permintaan orang tua wali peserta didik.

Upaya

Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali lagi bagi para orang tua, ada baiknya pihak sekolah mengadakan sosialisasi secara besar-besaran kepada seluruh orang tua wali peserta didik tentang “Peraturan dinas pendidikan serta peraturan undang-undang mengenai persoalan terkait syarat dan ketentuan anak diakui bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD)”. Tidak hanya itu, diperlukan pemahaman sejelas-jelasnya kepada para orang tua peserta didik sampai benar-benar paham. Dan juga, akan lebih baik lagi disertai konsekuensi jika para orang tua wali peserta didik masih bersi keras mengajukan permintaan terkait persoalan ini. Sebab, kepala sekolah maupun guru di tiap sekolah menegaskan tidak berani melanggar peraturan pemerintah yang berlaku mutlak ditetapkan oleh pemerintah. Karena, jikapun sampai melanggar akan mendapat sanksi dan konsekuensinya atas pelanggaran undang-undang sistem pendidikan nasional. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s