latihan ‘opini ke-5’ Lagi dan Lagi Heboh Kasus Mary Jane

Lagi dan Lagi Heboh Kasus Mary Jane

Lagi, lagi, dan lagi heboh kasus terkait Mary Jane Veloso (30). Kabarnya, wanita asal negara Filipina yang terpidana mati kasus narkotika ini tidak dibatalkan rencana eksekusi mati, menurut berita Harian Kompas rabu (29/4/2015). Bahkan, kisah Mary Jane menjadi bersambung-sambung layaknya seperti episode dalam sinetron saja. Dan lagi, masyarakat sangat menunggu akhir kisah nasib Mary Jane.

Berita mengenai Mary Jane ini menjadi berita tersohor dan sangat populer dibicarakan, di berbagai sosial media nasional maupun media asing. Bagaimana tidak, karena kasus ini berkaitan dugaan kasus narkotika, wanita ini diduga menyelundupkan 2,6 kilogram heroin. Masalah narkotika merupakan masalah yang tak pernah bisa padam sampai sekarang. Sepertinya, sebagian besar masyarakat di Indonesia sangat mendukung hukuman mati atas dugaan tindakan yang dilakukan oleh wanita ini. Sampai-sampai, pekerja migran menyalakan lilin dalam aksi mendukung terpidana mati asal Filipina Mary Jane Veloso di luar Istana Presiden, 27 April 2015.

Disini salah satu kritik penulis. Ibaratkan seperti Tuhan saja, komentar orang-orang terhadap Mary Jane seperti menghakimi kehidupannya sampai bilang ‘Orang itu pantas dapat hukuman mati’. Kita tahu, sangat tahu bahwa seorang Mary Jane telah diduga melakukan kejahatan dan pelanggaran hukum. Tapi, kita sebagai manusia tidak seharusnya mengebu-gebu berkomentar sinis sampai bilang ‘Hukum mati, hukum mati saja Mary Jane, karena telah melakukan pelanggaran hukum’. Penulis lebih berpendapat, baiknya mary jane terpidana penjara seumur hidup saja, agar dia dengan sendirinya menyesali seumur hidup atas kesalahan yang pada akhirnya merugikan hidupnya sendiri. Disitu, dia akan benar-benar memahami alhasil atas perbuatannya.

Permasalahannya, Apakah jika seorang Mary Jane dihukum mati mampu mengatasi masalah narkotika di Negara ini? Tentu saja tidak, jikapun benar nantinya Mary Jane telah terbukti atas segala tuduhan, bukan hanya dia yang menjadi penyelundup narkotika. Namun, masih banyak di luar sana penyelundup narkotika yang bersembunyi, belum sampai waktunya tertangkap. ‘Iya, jikapun semua para penyelundup mampu ditangkap, Bagaimana jika tidak? Bahkan, tidak mengherankan jika jumlah penyelundup narkotika terus dan terus bertambah jika para penyelundup ini tidak segera di tangkap.

Tumbuhkan sikap bijak terhadap kasus Mary Jane

            Kritik lain dari penulis, kita sebagai warga Negara Indonesia, sebaiknya tidak perlu berkomentar seperti mengahikimi keras hukuman pantas bagi yang telah melanggar hukum. Apalagi, jika sampai bilang ‘Pantas dihukum mati’. Penulis rasa, itu belum bisa dibilang warga Negara yang bijak. Maksudnya, kita sebagai manusia tidak sepantasnya memutuskan akan akhir hidupnya seorang manusia, karena kita sangat tahu betul kita bukanlah Tuhan.

Bayangkan, jika ternyata keluarga atau orang sekitar anda terlibat kasus seperti Mary Jane. Pertanyaannya, Apakah anda akan tetap bilang bahwa mereka pantas dapat hukuman mati? Mari jadikan kasus Mary Jane ini menjadi pmbelajaran khusus buat kita semua. Tentunya, anda bisa membayangkan jawaban atas pertanyaan itu. Jadikanlah kasus mary jane ini bisa membuat kita ambil sikap yang bijak.

Seperti yang dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa, saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). “Jangan sampai mengeksekusi mati orang yang ternyata tidak bersalah,” Pemerintah memang harus berhati-hati jika ada indikasi kuat Mary Jane tidak bersalah. Sebab, pemerintah tidak akan bisa mengganti nyawa seorang terpidana yang terbukti tidak bersalah. (sumber: Harian Kompas). Kita mestinya mengambil sikap yang bijak, tidak hanya merasa bebas berpendapat kemudian sampai semena-mena memberi komentar seperti menentukan akhir hidup orang lain.

Cukup serahkan dan percaya atas tindakan hukum

Ini nyata, pasti kalian para penggemar baca berita sering merasakan hal seperti ini. Saat membaca suatu berita mengenai pembunuhan, pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba, dan pelanggaran hukum lainnya. Seringkali, mendengar keputusan hukuman atas segala pelanggaran hukum, kalian berpendapat bahwa keputusan hukum sungguh tidak adil, berpendapat bahwa hukuman tak sesuai dengan pelanggaran hukum yang telah terjadi. Seolah-olah, seperti kalian ingin pendapat kalianlah yang terpilih menjadi keputusan hukuman yang pantas dan tepat.

Menurut Eddy, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gajah Mada UGM Eddy O.S Hiariej, mengakui bahwa upaya hukum tersebut tidak akan menghapus hukuman terhadap Mary Jane, namun setidaknya hukuman tersebut akan diringankan. “Mungkin dikurangi jadi seumur hidup atau 20-30 tahun. Bisa sangat mungkin,” kata Eddy.

Nah, kita cukup serahkan dan percaya atas tindakan hukum, atas kebijakan dari pihak yang berwenang terkait menangannya. Penulis sependapat dengan pernyataan guru besar ini, ada baiknya kita percayakan penuh keputusan hukum nantinya atas kasus terkait. Entah bagaimanapun hasil akhirnya nanti, ada baiknya kita mendukung bahwa keputusan hukum telah diputuskan seadil-adilnya, kita hanya perlu menjadikan kasus mary jane sebagai suatu pembelajaran bagi kita, “ambil hikmahnya, buang ruginya”. (*)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s