Untuk rasa sakit yang belum terobati

Tersisa Hanyalah Tangis

By cyntia puspita

Malam nan tanpa ditemani sang bulan

Malam nan tanpa ditemani sang bintang

Sungguh hampa kehidupan sang malam

Di kala sang bulan dan bintang

Pergi menghilang meninggalkan sang malam

Begitu pula denganku

Terlarut ku dalam kesedihan

Terhanyut ku dalam hisakan tangis

Atas kepergianmu, sang pemilik hati

Kini tinggallah ku sendiri

Hanyalah tangisku,

Yang selalu menemaniku

Hanyalah tangisku,

Yang selalu mengenangmu

Dan hanyalah tangisku pula,

Yang selalu mengawali rasa rinduku

Tak tahan hatiku merintih

Hati yang begitu merindukan pemiliknya

Hanyalah tinggal tangisku,

Saat mengingat wajahmu

Saat mendengar suaramu

Saat mengingat kenangan bersamamu

Tatkala,

Mulut tak mampu berkata

Hati tak mampu berucap

Dan, sekali lagi yang tersisa hanyalah tangis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s