Opini 1 Pria Mapan Lebih Memilih Calon Istri Yang Tidak Bekerja

Oleh : Cyntia Puspita

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Pria Mapan Lebih Memilih Calon Istri Yang Tidak Bekerja

Sering muncul suatu pertanyaan ‘Mengapa para pria mapan lebih memilih calon istrinya yang tidak bekerja?’ ditengah-tengah perbincangan kalangan wanita pada saat ini. Pertanyaan ini dimaksudkan bahwa para pria single mapan memiliki beberapa alasan mengapa ingin mencari istri yang tidak bekerja. Artinya, mereka hanya menginginkan istri yang cukup menjalankan kewajiban menjadi seorang istri, nantinya menjadi seorang ibu yang akan mengurus anak dan rumah tangga mereka.

Menurut komentar dari beberapa pria single menyatakan bahwa jika nanti memiliki istri, mereka tidak menginginkan istrinya untuk bekerja, dalam artian istri cukup menjadi ibu rumah tangga saja. ‘Mari kita lihat beberapa komentar pria single saat ditujukan pertanyaan mengenai hal ini!’

‘Saya kalau punya istri nanti, maunya istri saya tidak usah bekerja, cukup saya saja yang bekerja, karena kasihan jikalau seorang perempuan sampai bekerja mencari uang. Walaupun jika memiliki istri yang berstatus lulusan S1 maupun S2, saya tetap meminta istri saya tidak perlu bekerja,’ kata Said Salim, pengusaha, wiraswasta.

‘Sekarang ini tidak gampang menemukan calon istri yang mau tidak bekerja, karena jaman sekarang jamannya para wanita karir dan banyak yang berlomba-lomba mengejar pendidikan, gelar, serta jabatan pula. Namun, saya tetap memilih istri yang tidak bekerja,’ kata RZ, pengacara.

‘Saya tidak keberatan jikalau nanti punya istri menginginkan untuk bekerja. Karena menurut saya, sangat sulit menentang perempuan yang memang suka bekerja. Namun, selama dia sanggup membagi waktu menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, serta seorang pekerja, saya tidak ada masalah mengenai itu,’ kata Aba, konsultan.

Menurut saya, seperti yang kita ketahui keadaan saat ini memang maraknya berada di zona dimana wanita menjadi wanita karir. Dalam artian, wanita berlomba-lomba mengejar pendidikan, gelar, serta jabatan dalam pekerjaannya. Seolah-olah wanita tidak ingin kalah dan bersaing dengan para pria dalam dunia pekerjaan (karir).

Seperti yang dikatakan si Aba, saya sangat setuju bahwa memang sangat sulit jikalau pria menentang wanita untuk tidak bekerja. Karena, di saat wanita sangat benar-benar mencintai pekerjaannya, mereka sangat sulit memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan demi mengikuti keinginan suaminya.

Tapi, menurut komentar dari beberapa wanita menikah yang bekerja mengatakan bahwa banyak masalah yang dihadapi jika tetap bekerja, pada akhirnya mereka memutuskan berhenti bekerja demi mementingkan rumah tangganya. Ada juga yang menyatakan menyesal tidak mengikuti permintaan suami, akibatnya rumah tangga tidak dapat dipertahankan alias berakhir perceraian. Nah, masalah itu menurut saya tergantung dan kembali lagi kepada pribadi masing-masing.

Alasan pria memilih calon istri yang tidak bekerja

Setiap pria memiliki alasan masing-masing kenapa lebih memilih calon istri yang tidak bekerja. Menurut saya, ada beberapa alasan-alasan umum misalnya:

Pertama, pria ingin saat sudah menikah istri setia menunggu kedatangan suami sepulang bekerja, menyambutnya dan menyiapkan menu masakan sendiri untuk makan bersama. Itu salah satu hal yang membuat hati menjadi senang.

Kedua, pria lebih semangat bekerja untuk menghasilkan uang, demi menafkahi dan memenuhi kebutuhan istrinya. Mereka akan merasa senang dan bangga, saat mereka bekerja keras, penghasilannya dapat digunakan istri untuk keperluan istri serta keperluan rumah tangga.

Ketiga, pria lebih ingin menghabiskan banyak waktu bersama istri dan anak-anaknya sewaktu mereka lepas dari pekerjaan. karena kalau istri bekerja, mereka berpendapat istri tidak mampu membagi waktu untuk suami dan pekerjaannya.

Keempat, saat memiliki anak, istri hanya fokus mengurus dan merawat anak anak dengan baik. Dikarenakan, agar anak-anak tidak kurang kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu.

Dan alasan lain, mungkin mereka hanya ingin menjaga baik-baik keharmonisan rumah tangganya tanpa ada konflik jikalau istri bekerja.

Problem yang terjadi jika istri bekerja

“Setiap orang pasti punya kebutuhan. Ada yang lebih fokus ke finansial, ada yang lebih mementingkan karier. Nah, ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi, bisa jadi akan timbul konflik,” kata Tara de Thouars, BA, M.Psi. dan Reynitta Poerwito, M.Psi dari situs konsultasi online, Web Konseling .

Mendukung pernyataan di atas, salah satu alasan istri bekerja adalah mementingkan karir dan juga karena memunyai kebutuhan tersendiri. Contohnya, wanita lebih leluasa puas shopping dan berbelanja kebutuhan pribadinya dengan memakai uang hasil kerja sendiri dibandingkan menggunakan uang hasil kerja dari suaminya. Menurutnya, jika memakai uang suaminya, takutnya akan dapat kritik seperti bilang ‘buang-buang duit saja’ atau ‘jangan beli hal yang tidak begitu penting’. Kadang-kadang para pria berpikir kebutuhan pribadi wanita itu banyak yang tak begitu penting. Namun, bagi wanita, itu merupakan salah satu hal penting baginya. Itu hanya sekedar perumpamaan.

Akan ada banyak masalah di prediksikan yang akan terjadi jika istri bekerja, dikatakan banyak itu karena masalah yang timbul lebih dari 1 masalah, umumnya antara lain:

Pertama, menurut para pria, saat istri bekerja tidak menutup kemungkinan akan melenceng dari tujuan utama bekerja malahan timbul menjadi alasan perselingkuhan.

Kedua, takut istri sibuk sendiri sama pekerjaannya, akibatnya hingga lupa dengan kewajiban sebagai seorang istri.

Ketiga, takutnya istri tidak mampu membagi waktu untuk suami dan anak-anaknya. Sehingga akan terjadi konflik dan banyak masalah. Terutama, suami bisa berselingkuh dengan wanita lain, kurangnya perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak akibatnya anak-anak bisa salah pergaulan serta kurang didikan dari orang tua.

Problem lainnya seperti dihadapkan kepada ambang-ambang perceraian. Tentunya, akan ada problem lainnya bermunculan selain yang telah disebutkan. Namun, itu telah jadi resiko untuk para istri yang bekerja. Itu tergantung para istri bagaimana cara untuk menyelesaikan segala problema yang akan terjadi. Bukti dan nyatanya, banyak para istri yang bekerja hubungan rumah tanggannya aman-aman saja, mampu membagi waktu untuk suami dan anak-anaknya. (*)

Advertisements

2 thoughts on “Opini 1 Pria Mapan Lebih Memilih Calon Istri Yang Tidak Bekerja

  1. Kalau dikatakan bakal terjadi perceraian itu terlalu berlebihan. Hanya sedikit kasus itu terutama kalangan yang merasa dirinya super power. Keluarga saya mulai 2 kakak saya suami istri bekerja semua termasuk saya sendiri bersama istri juga bekerja dan sudah berjalan 15 tahunan toh aman-aman saja termasuk perhatian ke anak-anak juga mencukupi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s