Untuk rasa sakit yang belum terobati

Tersisa Hanyalah Tangis

By cyntia puspita

Malam nan tanpa ditemani sang bulan

Malam nan tanpa ditemani sang bintang

Sungguh hampa kehidupan sang malam

Di kala sang bulan dan bintang

Pergi menghilang meninggalkan sang malam

Begitu pula denganku

Terlarut ku dalam kesedihan

Terhanyut ku dalam hisakan tangis

Atas kepergianmu, sang pemilik hati

Kini tinggallah ku sendiri

Hanyalah tangisku,

Yang selalu menemaniku

Hanyalah tangisku,

Yang selalu mengenangmu

Dan hanyalah tangisku pula,

Yang selalu mengawali rasa rinduku

Tak tahan hatiku merintih

Hati yang begitu merindukan pemiliknya

Hanyalah tinggal tangisku,

Saat mengingat wajahmu

Saat mendengar suaramu

Saat mengingat kenangan bersamamu

Tatkala,

Mulut tak mampu berkata

Hati tak mampu berucap

Dan, sekali lagi yang tersisa hanyalah tangis

Untuk seorang kekasih yang meninggalkan tanpa alasan

Tak kunjung kembali

By Cyntia Puspita

tak tertahankan rindu yang semakin mendalam

tak tau entah kemana si pemilik rindu ini

sekian waktu lama menanti

untuk insan yang tak pasti kapan kan kembali

haruskah ku menyerah atas penantian ini

yang selalu dilandakan ketidakpastikan

haruskah ku mencoba memusnahkan rasa

agar mampu menemukan akhir bahagia

Tuhan,

jikalau memang rasa ini tak pantas

untuk dirinya yang meninggalkan

tanpa sepatah kata

biarlah rasa ini ditujukan

kepada seseorang yang pantas memilikinya

suatu penantian tanpa kepastian ini

menjadi mungkin kan temukan akhir sia-sia

menantikan, mengharapkan datang kembali

namun tak kunjung kembali

Opini 1 Pria Mapan Lebih Memilih Calon Istri Yang Tidak Bekerja

Oleh : Cyntia Puspita

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Pria Mapan Lebih Memilih Calon Istri Yang Tidak Bekerja

Sering muncul suatu pertanyaan ‘Mengapa para pria mapan lebih memilih calon istrinya yang tidak bekerja?’ ditengah-tengah perbincangan kalangan wanita pada saat ini. Pertanyaan ini dimaksudkan bahwa para pria single mapan memiliki beberapa alasan mengapa ingin mencari istri yang tidak bekerja. Artinya, mereka hanya menginginkan istri yang cukup menjalankan kewajiban menjadi seorang istri, nantinya menjadi seorang ibu yang akan mengurus anak dan rumah tangga mereka.

Menurut komentar dari beberapa pria single menyatakan bahwa jika nanti memiliki istri, mereka tidak menginginkan istrinya untuk bekerja, dalam artian istri cukup menjadi ibu rumah tangga saja. ‘Mari kita lihat beberapa komentar pria single saat ditujukan pertanyaan mengenai hal ini!’

‘Saya kalau punya istri nanti, maunya istri saya tidak usah bekerja, cukup saya saja yang bekerja, karena kasihan jikalau seorang perempuan sampai bekerja mencari uang. Walaupun jika memiliki istri yang berstatus lulusan S1 maupun S2, saya tetap meminta istri saya tidak perlu bekerja,’ kata Said Salim, pengusaha, wiraswasta.

‘Sekarang ini tidak gampang menemukan calon istri yang mau tidak bekerja, karena jaman sekarang jamannya para wanita karir dan banyak yang berlomba-lomba mengejar pendidikan, gelar, serta jabatan pula. Namun, saya tetap memilih istri yang tidak bekerja,’ kata RZ, pengacara.

‘Saya tidak keberatan jikalau nanti punya istri menginginkan untuk bekerja. Karena menurut saya, sangat sulit menentang perempuan yang memang suka bekerja. Namun, selama dia sanggup membagi waktu menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, serta seorang pekerja, saya tidak ada masalah mengenai itu,’ kata Aba, konsultan.

Menurut saya, seperti yang kita ketahui keadaan saat ini memang maraknya berada di zona dimana wanita menjadi wanita karir. Dalam artian, wanita berlomba-lomba mengejar pendidikan, gelar, serta jabatan dalam pekerjaannya. Seolah-olah wanita tidak ingin kalah dan bersaing dengan para pria dalam dunia pekerjaan (karir).

Seperti yang dikatakan si Aba, saya sangat setuju bahwa memang sangat sulit jikalau pria menentang wanita untuk tidak bekerja. Karena, di saat wanita sangat benar-benar mencintai pekerjaannya, mereka sangat sulit memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan demi mengikuti keinginan suaminya.

Tapi, menurut komentar dari beberapa wanita menikah yang bekerja mengatakan bahwa banyak masalah yang dihadapi jika tetap bekerja, pada akhirnya mereka memutuskan berhenti bekerja demi mementingkan rumah tangganya. Ada juga yang menyatakan menyesal tidak mengikuti permintaan suami, akibatnya rumah tangga tidak dapat dipertahankan alias berakhir perceraian. Nah, masalah itu menurut saya tergantung dan kembali lagi kepada pribadi masing-masing.

Alasan pria memilih calon istri yang tidak bekerja

Setiap pria memiliki alasan masing-masing kenapa lebih memilih calon istri yang tidak bekerja. Menurut saya, ada beberapa alasan-alasan umum misalnya:

Pertama, pria ingin saat sudah menikah istri setia menunggu kedatangan suami sepulang bekerja, menyambutnya dan menyiapkan menu masakan sendiri untuk makan bersama. Itu salah satu hal yang membuat hati menjadi senang.

Kedua, pria lebih semangat bekerja untuk menghasilkan uang, demi menafkahi dan memenuhi kebutuhan istrinya. Mereka akan merasa senang dan bangga, saat mereka bekerja keras, penghasilannya dapat digunakan istri untuk keperluan istri serta keperluan rumah tangga.

Ketiga, pria lebih ingin menghabiskan banyak waktu bersama istri dan anak-anaknya sewaktu mereka lepas dari pekerjaan. karena kalau istri bekerja, mereka berpendapat istri tidak mampu membagi waktu untuk suami dan pekerjaannya.

Keempat, saat memiliki anak, istri hanya fokus mengurus dan merawat anak anak dengan baik. Dikarenakan, agar anak-anak tidak kurang kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu.

Dan alasan lain, mungkin mereka hanya ingin menjaga baik-baik keharmonisan rumah tangganya tanpa ada konflik jikalau istri bekerja.

Problem yang terjadi jika istri bekerja

“Setiap orang pasti punya kebutuhan. Ada yang lebih fokus ke finansial, ada yang lebih mementingkan karier. Nah, ketika kebutuhan itu tidak terpenuhi, bisa jadi akan timbul konflik,” kata Tara de Thouars, BA, M.Psi. dan Reynitta Poerwito, M.Psi dari situs konsultasi online, Web Konseling .

Mendukung pernyataan di atas, salah satu alasan istri bekerja adalah mementingkan karir dan juga karena memunyai kebutuhan tersendiri. Contohnya, wanita lebih leluasa puas shopping dan berbelanja kebutuhan pribadinya dengan memakai uang hasil kerja sendiri dibandingkan menggunakan uang hasil kerja dari suaminya. Menurutnya, jika memakai uang suaminya, takutnya akan dapat kritik seperti bilang ‘buang-buang duit saja’ atau ‘jangan beli hal yang tidak begitu penting’. Kadang-kadang para pria berpikir kebutuhan pribadi wanita itu banyak yang tak begitu penting. Namun, bagi wanita, itu merupakan salah satu hal penting baginya. Itu hanya sekedar perumpamaan.

Akan ada banyak masalah di prediksikan yang akan terjadi jika istri bekerja, dikatakan banyak itu karena masalah yang timbul lebih dari 1 masalah, umumnya antara lain:

Pertama, menurut para pria, saat istri bekerja tidak menutup kemungkinan akan melenceng dari tujuan utama bekerja malahan timbul menjadi alasan perselingkuhan.

Kedua, takut istri sibuk sendiri sama pekerjaannya, akibatnya hingga lupa dengan kewajiban sebagai seorang istri.

Ketiga, takutnya istri tidak mampu membagi waktu untuk suami dan anak-anaknya. Sehingga akan terjadi konflik dan banyak masalah. Terutama, suami bisa berselingkuh dengan wanita lain, kurangnya perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak akibatnya anak-anak bisa salah pergaulan serta kurang didikan dari orang tua.

Problem lainnya seperti dihadapkan kepada ambang-ambang perceraian. Tentunya, akan ada problem lainnya bermunculan selain yang telah disebutkan. Namun, itu telah jadi resiko untuk para istri yang bekerja. Itu tergantung para istri bagaimana cara untuk menyelesaikan segala problema yang akan terjadi. Bukti dan nyatanya, banyak para istri yang bekerja hubungan rumah tanggannya aman-aman saja, mampu membagi waktu untuk suami dan anak-anaknya. (*)